ART JAKARTA 2026
Jiang Meng-Si lahir di New Taipei City, Taiwan, pada tahun 1987. Ia meraih gelar BFA dalam bidang Patung dari National Taiwan University of Arts dan gelar MFA dalam bidang Seni Rupa dari Taipei National University of the Arts. Praktiknya berpusat pada patung, dengan perhatian pada volume, kehadiran fisik, serta hubungan antara karya dan ruang di sekitarnya. Ia kerap menghadirkan citra manusia, hewan, dan unsur alam untuk merefleksikan hubungan antara individu dan lingkungan.
Jiang telah lama bekerja dengan material alami seperti kayu. Baginya, kayu memiliki kehangatan yang mengingatkan pada tubuh manusia, sementara riwayatnya sebagai organisme yang pernah tumbuh menyimpan jejak waktu dan daya hidup. Melalui proses memahat dan penggunaan media campuran, ia mengeksplorasi hubungan antara tubuh, jiwa, dan alam, sekaligus merefleksikan rasa keterputusan yang semakin terasa dalam kehidupan urban.
Jiang pernah mengajar di National Taiwan University of Arts pada 2019–2022 dan Dayeh University pada 2017–2020. Ia juga menjadi instruktur dalam Traditional Carving Workshop di Sanyi Wood Sculpture Museum pada 2019–2022. Penghargaan yang pernah diterimanya antara lain Gold Prize dalam Lin Pau Cultural Arts Foundation Sculpture Competition (2012), Third Prize dalam Taiwan International Wood Sculpture Competition (2012), finalis Contemporary Sculpture Awards di Chongqing (2017), serta Silver Award kategori Sculpture dalam National Art Exhibition, Taiwan (2019).
Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation
Dalam kerangka Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation, praktik Jiang berangkat dari riwayat kehidupan yang tersimpan di dalam material. Melalui proses memahat, membentuk, dan penggunaan media campuran, karyanya mempertemukan material alami dengan intervensi manusia.
Karya In the Current yang dipresentasikan di Art Jakarta mempertemukan kayu dengan resin fotosensitif. Kayu menyimpan jejak pertumbuhan, waktu, dan kehidupan organik, sementara resin berubah dari keadaan cair dan tidak tetap menjadi bentuk padat melalui paparan sinar ultraviolet. Keduanya terhubung melalui cahaya, namun menghadirkan karakter yang berbeda: alami dan buatan, berat dan ringan, nyata dan tak kasatmata.
Judul In the Current juga merujuk pada arus informasi dan rangsangan visual yang semakin cepat dalam kehidupan kontemporer. Di tengah peredaran citra, iklan, dan informasi yang terus berubah, karya ini mengembalikan perhatian pada pengalaman material dan tubuh, sekaligus merefleksikan kemungkinan untuk mempertahankan bentuk persepsi yang lebih lambat, halus, dan personal di tengah ritme kehidupan masa kini.
Jiang has long worked with natural materials such as wood. For him, wood carries a warmth that recalls the human body, while its former life as a growing organism preserves traces of time and vitality. Through carving and mixed media, he explores the relationships between body, spirit, and nature, while reflecting on the sense of disconnection that increasingly characterizes urban life.
Jiang taught at the National Taiwan University of Arts from 2019 to 2022 and at Dayeh University from 2017 to 2020. He also served as an instructor at the Sanyi Wood Sculpture Museum’s Traditional Carving Workshop from 2019 to 2022. His recognitions include the Gold Prize at the Lin Pau Cultural Arts Foundation Sculpture Competition (2012), Third Prize at the Taiwan International Wood Sculpture Competition (2012), selection as a finalist for the Contemporary Sculpture Awards in Chongqing (2017), and the Silver Award in Sculpture at the National Art Exhibition, Taiwan (2019).
Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation
Within Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation, Jiang’s practice begins with the life histories embedded within material. Through carving, shaping, and the use of mixed media, his works bring natural matter into relation with processes of human intervention.
Presented at Art Jakarta, In the Current brings wood into dialogue with photosensitive resin. The wood retains traces of growth, time, and organic life, while the resin shifts from a fluid, unstable state into a fixed form through exposure to ultraviolet light. Both materials are connected through light, yet embody contrasting qualities: natural and artificial, weight and lightness, the tangible and the elusive.
The title In the Current also refers to the accelerated flow of information and sensory stimuli that shapes contemporary life. Amid constantly circulating images, advertising, and information, the work returns attention to material and bodily perception, considering how slower and more inward forms of experience might persist within the changing rhythms of the present.
BOOTH D11
VIP Preview|Friday, 2 Oct 2026, 1 PM - 6 PM
PUBLIC DAYS | Saturday - Sunday, 3 - 4 Oct 2026, 11 AM - 8 PM
VENUE|JiExpo, Kemayoran Jakarta, Hall B3, C3 & C1