ART JAKARTA 2026
Dalam kerangka Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation, Hudan memandang citra, ingatan, dan fragmen kehidupan sehari-hari sebagai material yang dapat terus dibongkar dan disusun kembali. Melalui lukisan, kolase, dan translasi citra, ia menata ulang pengalaman privat dan budaya visual publik, sehingga situasi yang familiar mengalami pergeseran dan membuka kemungkinan cara pandang baru.
Repetisi, penjajaran, dan fragmentasi dalam karyanya merefleksikan bagaimana individu terus menegosiasikan posisinya di dalam sistem yang dibentuk oleh arus informasi, relasi sosial, dan citra digital. Melalui proses transformasi tersebut, citra mengakumulasi jejak emosi, ingatan, dan pengalaman sosial, menjadikan budaya visual sehari-hari sebagai rekaman material yang terus berubah dari pengalaman kontemporer.
Within Material Polyphony: Traces of Labor, Order, and Transformation, Hudan approaches images, memories, and fragments of everyday life as materials that can be continually dismantled and reconfigured. Through painting, collage, and image translation, he rearranges private experience and public visual culture, allowing familiar scenes to become displaced and newly perceived.
Repetition, juxtaposition, and fragmentation reflect how individuals continually negotiate their position within systems shaped by circulating information, social relationships, and digital imagery. Through this ongoing transformation, images accumulate emotional, mnemonic, and social traces, turning everyday visual culture into a shifting material record of contemporary experience.
BOOTH D11
VIP Preview|Friday, 2 Oct 2026, 1 PM - 6 PM
PUBLIC DAYS | Saturday - Sunday, 3 - 4 Oct 2026, 11 AM - 8 PM
VENUE|JiExpo, Kemayoran Jakarta, Hall B3, C3 & C1
Hudan Seltan (lahir 2000, Bukittinggi, Indonesia) adalah seniman visual yang bekerja melalui lukisan, kolase, dan media campuran. Praktiknya berpusat pada ingatan, kehidupan sehari-hari, serta absurditas dalam relasi antarmanusia, dengan perhatian khusus pada ketegangan antara kedekatan dan keterasingan di tengah era komunikasi digital.
Berangkat dari fragmen budaya visual kontemporer, Hudan mengeksplorasi bagaimana citra diingat, diubah, dan ditafsirkan kembali. Komposisinya kerap mempertemukan ruang publik dan privat, menyerupai ritme visual arus informasi digital, tempat pengalaman personal, ingatan kolektif, dan budaya populer terus bertumpang tindih. Melalui adegan yang tampak kasual, humoris, dan terkadang absurd, ia menangkap kerapuhan, keterasingan, serta ketegangan emosional yang hadir dalam kehidupan kontemporer.
Dalam praktik Hudan, citra tidak hadir sebagai narasi yang tetap, melainkan sebagai material yang terus terbuka terhadap proses rekonstruksi. Figur, objek, dan situasi sehari-hari dipotong, disandingkan, dan disusun kembali sehingga adegan yang familiar dapat memperoleh makna baru. Hubungan yang tidak stabil antara pengalaman hidup dan ingatan visual ini merefleksikan bagaimana individu terus menempatkan kembali dirinya di tengah lingkungan yang dibentuk oleh citra, informasi, dan interaksi sosial.
Pameran tunggal dan duo terpilih meliputi Please, Take a Break, pameran duo bersama Wang Guan-Jhen di YIRI ARTS Jakarta, Jakarta (2026); Find a Job, Find a Friend, Find a Home, Find a Dog, Settle Down, Out of Town, Find a Dream, Shut It Down, Tirtodipuran Link B, Yogyakarta (2024); serta Tough Crowd, Tirtodipuran Link A, Yogyakarta (2023). Karyanya juga telah dipresentasikan di Art Jakarta, Art Jakarta Gardens, ACE House Collective, Readyspace Gallery, SUN.Contemporary, serta berbagai ruang seni dan pameran lainnya di Indonesia.